1. HIPMI didirikan pada tanggal 10 Juni 1972 dengan dilandasi semangat untuk menumbuhkan wirausaha di kalangan pemuda, karena pada saat itu tidak banyak kaum muda yang bercita – cita menjadi pengusaha.
2. Dalam perjalanannya, HIPMI telah berhasil membuat kaderisasi wirausaha, dengan tampilnya tokoh – tokoh muda dalam dunia usaha nasional maupun internasional.
Abdul Latief.
Datuk Hakim Thantawi
Siswono Judohusodo
Tengku Syahrul
Ponco Sutowo
Mahdi Diah
Hari S Mangan
Irawan D. Djajaatmadja
Aburizal Bakrie
Badar Tando
BENTUK ORGANISASI
HIPMI adalah organisasi independen non partisan.
HIPMI bukan merupakan underbouw dari organisasi manapun.
KEANGGOTAAN
Ketentuan organisasi menetapkan dua jenis keanggotaan:
Anggota biasa bagi mereka yang berusia 18 sampai 40 tahun
Anggota luar biasa bagi mereka yang berusia lebih 40 tahun
Jumlah anggota HIPMI Bali sekarang + 250 orang.
Jumlah BPC yang ada di Bali adalah 9 (Sembilan) diantaranya:
1. BPC HIPMI Kodya Denpasar 2. BPC HIPMI Jembrana 3. BPC HIPMI Buleleng 4. BPC HIPMI Tabanan 5. BPC HIPMI Badung 6. BPC HIPMI Gianyar 7. BPC HIPMI Bangli 8. BPC HIPMI Klungkung 9. BPC HIPMI KarangasemJENIS USAHA ANGGOTA
1. Perkebunan, Pertanian, Kehutanan dan Perikanan 2. Industri Elektronika, Industri Suku Cadang otomotif, Industri Furniture 3. Pariwisata 4. Jasa Konstruksi Sipil, dan Mekanikel 5. Jasa Konsultansi 6. Jasa Pengadaan 7. Distributor 8. Jasa – jasa lainnya.PELAYANAN YANG TERSEDIA
Melalui Lembaga Pengembangan Usaha dan Perdagangan ( Trading Center )
melayani kepentingan anggota untuk memfasilitasi aktivitas perdagangan,
dengan sesama anggota maupun dengan para pengusaha pada umumnya (bukan anggota),
di dalam negeri dan di luar negeri.
KONSEP BERDIRINYA ORGANISASI
A. Landasan Idiil> “PENGUSAHA PEJUANG, PEJUANG PENGUSAHA” B. Visi Pemberdayaan anggota (wadah kader pengusaha nasional). C. Misi Tumbuhnya kader wirausaha (Poleksosbud) Keberfihakan (kebijakan) Fasilitas (iklim usaha yang kondusif). Menyiapkan jaringan kerja organisasi. D. Karakteristik Usaha pemula : Kontraktor, supllier Orientasi : Kekuasaan Fasilitas pemerintah. Proyek pemerintah. Manajemen lemah. Etika bisnis lemah. Tipe Pemimpin: Elite (dekat dgn kekuasaan).